Klik link dibawah ini untuk mengunduh atau melihat file makalah versi dokumen dan video pembelajaran melalui You Tube
xxxxxxxx
PENDIDIKAN SEPANJANG HAYAT
“Makalah ini Disusun Untuk Memenuhi
Tugas Mata Kuliah
Pengantar
Ilmu Pendidikan”

DOSEN PENGAMPU :
Dr. H. MUHAMMAD SALEH, M.Ag
DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 1
A. RIFALDI TEGAR 2020203886208035
IDRIS SULTAN 2120203886208061
NORASYIKIN 2120203886208040
ZULFAH ALIFIAH
2120203886208053
MILA KARMILA 2120203886208063
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PAREPARE
2022
KATA PENGANTAR
Assalamu
‘alaikum warahmatullahi wabaakatuh
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT. kata yang patut kami ucapkan
atas segala rahmat dan karunia-Nya lah sehingga kami dapat menyelesaikan
makalah “Pendidikan Sepanjang Hayat” ini.
Kami, sebagai penyusun mengucapkan terima kasih kepada Dr. H. Muhammad
Saleh, M.Ag selaku dosen pengampu mata kulaih Penganta Ilmu Pendidikan yang
telah memberikan tugas ini sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan kami
selaku mahasiswa tarbiyah IAIN Pare-Pare.
Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua teman-teman yang telah
terlibat dalam poses penyusunan makalah ini dari tahap awal hingga dapat
selesai seperti saat ini
Kami sepenuhnya menyadari bahwa makalah ini masih terdapat banyak
kekurangan dikarenakan terbatasnya pengetahuan dan pengalaman yang kami miliki.
Oleh karena itu, kami mengharapkan segala bentuk saran serta masukan dan bahkan
kritik yang membangun dari berrbagai pihak.
Semoga makalah ini dapat menambah wawasan para pembaca dan bisa
bermanfaat untuk perkembangan dan peningkatan ilmu pendidikan.
Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Lampa Timur, 24 April 2022
Penulis
DAFTAR ISI
2.2 Pengertian Pendidikan
Sepanjang Hayat
2.3 Karakteristik
Pendidikan Sepanjang Hayat
2.4 Tujuan Pendidkan
Sepanjang Hayat
2.5 Wadah Pendidikan
Sepanjang Hayat
2.6 Pentingnya Pendidikan
Sepanjang Hayat
1.1 Latar
Belakang
Penddikan adalah pilar utama dalam kehidupan manusia untuk bertumbuh
dewasa dalam berbagai poses yang dijalani, dihadapi, maupun dilaluinya,
dimanapun dan kapanpun itu. Tergambar seperti itu, karena pada hakikatnya pendidikan
itu merupakan suatu proses yang kompleks dimana tiap-tiap komponennya itu merupakan
satu kesatuan. Manusia tak akan pernah berhenti berkembang dan begitupula
mereka akan terus mendapati dirinya menemukan hal baru dari lingkungannya dan
inilah cerminan pola pendidikan sepanjang hayat. Maka dalam makalah ini akan
dibahas akan apa itu pendidikan sepanjang hayat.
1.2 Rumusan
Masalah
1.
Apa Hakikat Dari Pendidikan Itu?
2.
Apa Yang Dimaksud Dengan Pendidkan Sepanjang
Hayat?
3.
Apa Saja Karakteristik Pendidikan Sepanjang
Hayat?
4.
Apa Saja Tujuan Pendidkan Sepanjang Hayat?
5.
Apa Saja Wadah Pendidikan Sepanjang Hayat?
6.
Apa Saja Alasan Pentingnya Pendidkan Sepanjang
Hayat?
1.3 Tujuan
Dan Manfaat
1.
Mengetahui Hakikat Pnedidikan
2.
Mengetahui Pengerian Pendidikan Sepanjang Hayat
3.
Mengetahui Karakteristik Pendidikan Sepanjang
Hayat
4.
Mengetahu Tujuan Pendidkan Sepanjang Hayat
5.
Mengetahui Wadah Pendidkan Sepanjang Hayat
6.
Mengetahui Alasan Pentingnya Pendidikan
Sepanjang Hayat
2.1 Hakikat Pendidikan
Hakikat pendidikan dapat ditafsirkan sebagai usaha manusia untuk membubut
kepribadiannya sesuai dengan nilai-nilai dalam masyarakat dan budaya.
Pendidikan juga merupakan sebuah upaya untuk memanusiakan manusia dengan cara
mengubah perilaku individu dan kelompok berdasarkan nilai-nilai agama,
filsafat, ideologi, sosial dan budaya. Menurut pandangan Paulo freire (1958)
pendidikan adalah proses pengaderan dengan hakikat tujuannya adalah pembebasan.
Hakikat pendidikan adalah kemampuan untuk mendidik diri sendiri.[1]
Dalam arti sempit, pendidikan adalah Sekolah. Hal ini berarti pendidikan
itu adalah apa-apa yang diajarkan dan didapatkan di dalam lingkungan sekolah
atau lembaga-lembaga formal yang lain. Sedangkan, dalam arti luas pendidikan
adalah hidup. Pendidikan adalah segala pengalaman belajar yang berlangsung
dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup[2].
Lalu, dalam konteks ajaran Islam hakikat pendidikan adalah mengembalikan
manusia pada keadaan ilahiyah (fitrah) mereka dengan tuntunan dan bimbingan
yang sesuai dengan al- Qur’an dan as-sunnah sehingga menjadi manusia yang
berakhlakul karimah. Dengan demikian hakikat pendidikan sangat ditentukan oleh
nilai-nilai motivasi dan tujuan dari pendidikan itu sendiri. Maka hakikat
pendidikan dapat dirumuskan sebagai berikut;
1.
Pendidikan merupakan proses interaksi manusiawi
yang ditandai keseimbangan antara kedaulatan subjek didik dengan kewibawaan
pendidik
2.
Pendidikan merupakan usaha penyiapan subjek
Didik menghadapi lingkungan yang mengalami perubahan yang semakin pesat
3.
Pendidikan meningkatkan kualitas kehidupan
pribadi dan masyarakat
4.
Pendidikan berlangsung seumur hidup pendidikan;
merupakan kiat dalam menerapkan prinsip-prinsip ilmu[3]
2.2
Pengertian Pendidikan Sepanjang Hayat
Pendidikan sepanjang hayat (lifelong education) adalah sebuah
sistem pendidikan yang dilakukan oleh tiap-tiap individu yang terlahir kedunia
hingga mereka meninggal dunia. Hal ini berarti pendidikan itu akan terus
berlangsung sepanjang hidup seseorang. Tak lain pendidikan sepanjang hayat
ialah proses belajar hingga akhir hayat.
Dengan pengertian di atas, proses belajar yang dimaksudkan ialah semua peristiwa-peristiwa dan pengalaman yang
manusia lalui di dalam kehidupan sehari-hari mereka akan menjadi bagian dari
pengembangan intelektual, emosional dan spiritual seseorang. Hal ini berarti
proses belajar yang dimaksudkan di atas akan selalu kita jumpai dimanapun,
kapanpun dan saat usia berapapun. Hal ini lah yang menjadi konsep dari
pendidikan sepanjang hayat itu.
2.3 Karakteristik
Pendidikan Sepanjang Hayat
Adapun
karakteristik pendidkikan sepanjang hayat menuut Fave yang pendapatnya di kutip
Trisnamansyah, 2003/2004, dalam Taqiyudin, 2008: 34-35) adalah sebagai beikut.
a.
Pendidikan tak berhenti dengan berakhirnya
sekolah formal. Namun, belangsung sepanjang hayat dikandung badan
b.
Bukan hanya pendidikan orang dewasa melainkan
mencakup semua tahapan pendidikan prasekolah sekolah dasar menengah dan
seterusnya
c.
Mencakup pola pendidikan formal maupun nonformal
yang pembelajarannya terencana atau insidental
d.
Rumah memainkan peran utama dan peran dalam
memulai PSH
e.
Masyarakat memainkan peran penting sejak anak
berinteraksi dengan masyarakat yang selanjutnya dijalankan fungsi edukatif baik
dalam bidang profesional maupun umum sepanjang hayat
f.
Lembaga pendidikan merupakan salah satu lembaga
untuk pendidikan sepanjang hayat
g.
Berupaya mengintegrasikan dimensi horizontal dan
kedalaman pada tiap tahapan hidup
h.
Berupaya berlanjut Dan berartikulasi secara
vertikal
i.
Universal demokratisasi pendidikan
j.
Fleksibel dan beragam dalam konten perangkat dan
teknik belajar serta waktu belajar
k.
Berpendekatan dinamis
l.
Memungkinkan adanya pola dan bentuk alternatif
m.
Memiliki dua komponen besar profesional
n.
Adaptif dan inovatif
o.
Berfungsi korektif
p.
Bertujuan menjaga dan memperbaiki mutu kehidupan
q.
Memiliki tiga prasyarat peluang motivasi dan
edukabilitas
r.
Mengorganisasikan prinsip untuk semua pendidikan
s.
Memberikan sistem total untuk semua pendidikan
2.4 Tujuan Pendidkan
Sepanjang Hayat
Tujuan pendidikan manusia seutuhnya dan sepanjang hayat adalah sebagai
berikut.
a.
Mengembangkan potensi kepemudaan manusia sesuai
dengan kodrat dan hakikatnya nya yakni seluruh aspek pembaruannya seoptimal
mungkin
b.
Mengingat proses pertumbuhan dan perkembangan
kepribadian manusia bersifat hidup dinamis maka pendidikan wajar berlangsung
seumur hidup[4]
Tujuan belajar sepanjang hayat untuk
melakukan perubahan pada diri kita dalam proses belajar secara berkelanjutan
sepanjang usia peserta didik atau warga belajar. Dengan itulah peserta didik
memiliki motivasi atau dorongan untuk melakukan kegiatan belajar sesuai apa
yang ada pada dirinya.[5] Dengan belajar sepanjang hayat
Manusia mampu meningkatkan kemampuannya yg didapatkan dari pengalamannya.
Sehingga mampu mengikuti perkembangan teknologi maupun perkembangan tatanan
masyarakat dan budaya dalam menghadapi tantangan masa depan dan mengubahnya
menjadi peluang.
2.5 Wadah Pendidikan
Sepanjang Hayat
Wadah
atau forum pendidikan sepanjang hayat berwadahkan pada seluruh forum
pendidikan, asal-asal liputan, sinkron menggunakan kepentingan perseorangan
buat memenuhi kebutuhan hidupnya. Oleh lantaran itu, forum berdasarkan
pendidikan sepanjang hayat merupakan forum pendidikan yg selama ini kita kenal,
yaitu meliputi :
a.
Pendidikan Persekolahan
b.
Pendidikan Luar Sekolah
c.
Sumber liputan baik berupa terbitan buku, majalah
atau media massa baik cetak atau elektronika ataupun hidangan pada internet.
Berikut model penerapannya :
Contoh 1
Seorang
dosen yg sudah mempunyai gelar sarjana sudah memtuskan buat bersekolah lagi
supaya setidaknya dia akan menerima keliru satu gelar tingkatan 2 atau yg lazim
dianggap S2. Gelar S2 yg akan diambilnya
merupakan Magister Pendidikan yg umumnya disingkat M.Pd. beberapa temannya
sudah terlebih dahulu memperoleh gelar M.A. atau Master of Arts, terdapat jua
yg menyandang gelar M.Sc. singkatan berdasarkan Master of Science bahkan
terdapat jua yg sudah bergelar Doktor. Keadaan ini yg mengakibatkan dia
terdorong buat menaikkan diri supaya secara formal, resmi nir ketinggalan
berdasarkan teman-temannya. Tempat dia meneruskan belajar tentu saja pada suatu
perguruan tinggi, menggunakan demikian buat perkara dosen yg sebagai tokoh pada
uraian ini dia meneruskan belajar pada perguruan tinggi.
Contoh dua
Seorang
buruh pabrik tekstil mengikuti latihan buat bisa menangani indera baru yg belum
usang ini dibeli sang pabrik itu. Tanpa
latihan tadi dia nir lagi bisa bekerja pada pabrik itu, lantaran indera
usang seluruhnya sudah diganti
menggunakan indera baru yg lebih sanggup membuat tekstil yg mutunya lebih
rupawan pada saat yg lebih cepat. Pada
perkara ini loka tokoh belajar pada uraian diatas merupakan forum pendidikan yg
jika kita terapkan dalam peristilahan berdasarkan UU No. dua Th. 1989 atau UU
Sisdiknas 2003 dianggap menjadi pendidikan luar[6]
2.6 Pentingnya
Pendidikan Sepanjang Hayat
Ada bermacam-macam dasar pemikiran yang menyatakan bahwa PSH sangat
penting. Dasar pemikiran tersebut ditinjau dari segi antara lain.
I.
Ideologis
pada saat lahir manusia sudah mempunyai hak yang sama
khususnya hak untuk mendapatkan pendidikan titik PSH akan memungkinkan
seseorang untuk lebih mengembangkan potensi sesuai dengan kebutuhan hidupnya.
II.
ekonomis.
Cara yang paling sesuai untuk supaya tidak terjebak dari
lingkungan kemelaratan ia menyebabkan kebodohan serta sebaliknya pendidikan
seumur hidup memungkinkan mahasiswa untuk.
a.
Meningkatkan produktivitas
b.
Memelihara dan mengembangkan sumber yang
dimiliki.
c.
Memiliki motivasi dalam mendidik dan mengasuh
anak-anaknya secara tepat sehingga peranan pendidikan keluarga menjadi sangat
penting dan besar.
d.
Memungkinkan untuk hidup dalam lingkungan yang
lebih sehat dan menyenangkan.
III.
Sosiologis
Di negara berkembang
para orangtua seringkali lupa atau kurang menyadari betapa pentingnya
pendidikan bagi anak-anak. Oleh karena itu pendidikan seumur hidup dapat
menjadi suatu pemecahan terhadap masalah tersebut bagi orang tua supaya
anak-anak yang kurang mendapatkan pendidikan sekolah dapat belajar dengan baik.
IV.
Politis
Pada negara demokrasi seperti Indonesia ini seluruh rakyat
harus menjaga dari betapa pentingnya hak milik dan memahami fungsi pemerintah.
Oleh karena itu pendidikan kewarganegaraan perlu diberikan kepada setiap
individu. Dengan demikian ini menjadi tugas PSH
V.
Psikologis dan pedagogis
Dengan perkembangan IPTEK yang pesat yang dapat mempengaruhi
jalannya pendidikan.oleh karena itu, tugas pendidikan sekolah yang utama
sekarang ialah mengajarkan bagaimana cara belajar, menanamkan motivasi yang
kuat dalam diri anak untuk belajar terus-menerus sepanjang hidupnya; memberikan
keterampilan kepada peserta didik untuk secara cepat dan mengembangkan daya
adaptasi yang besar dalam diri peserta didik[7]
3.1 Kesimpulan
Jadi dari beberapa pembahasan materi diatas
dapat kami simpulkan bahwa hakikat pendidikan dapat dirumuskan sebagai berikut;
·
Pendidikan merupakan proses interaksi manusiawi yang ditandai
keseimbangan antara kedaulatan subjek didik dengan kewibawaan pendidik
·
Pendidikan merupakan usaha penyiapan subjek Didik menghadapi lingkungan
yang mengalami perubahan yang semakin pesat
·
Pendidikan meningkatkan kualitas kehidupan pribadi dan masyarakat
Pendidikan Sepanjang Hayat
adalah usaha setiap individu yang dilakukan secara terus-menerus untuk
membekali dirinya melalui pendidikan (penambahan pengetahuan). Berarti, adanya
kesiapan seseorang secara terus menerus untuk mengisi setiap kesempayan yang
ada dengan cara belajar dari bebagai sumber yang tersedia. Adapun tujuan
pendidikan sepanjang hayat adalah untuk melakukan perubahan pada diri kita
dalam proses belajar secara berkelanjutan sepanjang usia peserta didik atau warga
belajar. Sedangkan wadah pendidikan sepanjang hayat adalah pendidikan formal
nonformal (perekolahan atau luar sekolah) dan juga dari berbagai sumber-sumber
informasi.
DAFTAR PUSTAKA
Harahap, Tuti Khairani. dkk. Teori Dan Inovasi Pendidikan. (Tahta
Media Group, 2021)
Isa, Abdul Hamid. Pendidikan Sepanjang Hayat. (Gorontalo: Ideas
Publishing, 2020)
Isa, Abdul Hamid. Pendidikan Sepanjang Hayat. (Gorontalo: Ideas
Publishing, 2020)
Kadir, Abdul. dkk. Dasar-Dasar Pendidikan. (Jakarta: Prenada Media
Group, 2021)
Kartakusumah, Beliana. Pemimpin Adi Luhung Genealogi Kepemimpinan
Kontenporer.(Jakarta Selatan: PT Mizan Publika, 2006)
Suprapno. Penganta Ilmu Pendidikan. (Merjosari: CV. Literasi
Nusantara Abadi. 2021).
Syam, Suhendi. dkk. Pengantar Ilmu Pendidikan. (Yayasan Kita
Menulis, 2021)
[1] Syam,
Suhendi. dkk. Pengantar Ilmu Pendidikan. (Yayasan Kita Menulis, 2021),
h. 5
[2]Kadir,
Abdul. dkk. Dasar-Dasar Pendidikan. (Jakarta: Prenada Media Group), h.
59
[3]Harahap,
Tuti Khairani. dkk. Teori Dan Inovasi Pendidikan. (Tahta Media Group,
2021), h. 50
[4]Isa,
Abdul Hamid. Pendidikan Sepanjang Hayat. (Gorontalo: Ideas Publishing,
2020), h. 29-51
[5]Kartakusumah,
Beliana. Pemimpin Adi Luhung Genealogi Kepemimpinan Kontenporer.(Jakarta
Selatan: PT Mizan Publika, 2006), h. 67
[6]Suprapno.
Penganta Ilmu Pendidikan. (Merjosari: CV. Literasi Nusantara Abadi.
2021)., h
[7]Isa,
Abdul Hamid. Pendidikan Sepanjang Hayat. (Gorontalo: Ideas Publishing,
2020) h. 51-55
Komentar
Posting Komentar